WASPADA BALKANISASI INDONESIA DI ERA MODEREN PADA USIA 81 TAHUN
- account_circle Admin Original Voice
- calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
—ALASAN-nya: hukum dan aturan tidak berfungsi, korupsi merajalela, mata uang melemah, kekerasan militer meningkat, ruang-ruang sipil dikuasai militer, kemiskinan merajalela, nilai-nalai pancasila dan roh Bhineka Tunggal Ika telah mati, nilai semokrasi telah mati, kehilangan kepercayaan publik terhadap penguasa, MBG dan KDKMP menjadi sarang pencurian uang rakyat—-
Keadaan ini, telah melahirkan: 1. Distrust (ketidakpercayaan) rakyat; 2. Disobedience (ketidakpatuhan); 3. Rejection (penolakan); 4. Resistance (perlawanan); 5. Solidarity (solidaritas dalam senasib yang sedang menderita).
Oleh karena itu, saya sarankan langkah-langkah sebagai berikut.
—-NKRI tidak bisa dipertahankan dengan moncong senjata—dan pidato panjang yang berisi kebohongan dan penuh dengan kemunafikan.
—NKRI harus dirawat dengan memperbaiki dan membangun kebutuhan dasar rakyat, yaitu: pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur untuk menekan dan mengurangi kemiskinan.—
—NKRI harus dirawat dengan menghargai martabat kemanusiaan seluruh rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan, sesuai semboyan: Bhineka Tunggal Ika—
—-NKRI harus diselamatkan dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila dengan konsisten dan bertanggungjawab—-
—-NKRI harus diselamatkan dengan melaksanakan hukum, undang-undang dengan benar, jujur, adil dan bertanggungjawab dengan mengatakan yang benar adalah benar dan yang adalah salah—-
—-NKRI harus diselamatkan dengan menangkap dan penjarakan semua koruptor tanpa pandang status sosial dan latar belakangnya karena korupsi adalah kanker sangat ganas dan berbahaya.
—-NKRI harus diselamatkan dengan nilai demokrasi dan ruang kebebasan dirawat dengan baik—-
—NKRI harus diselamatkan dengan desentralisasi kekuasaan sebagai pilar NKRI yang kuat dan kokoh di daerah-daerah—-
—-NKRI harus diselamatkan dengan membangun kepercayaan (trust) rakyat terhadap penguasa—-
—-NKRI harus diselamatkan dengan TNI ditarik dari ruang-ruang sipil dan dikembalikan kepada fungsi dan tugas utamanya untuk menjaga kedaulatan negara, tetapi bukan urus MBG dan KDKMP”.
—-NKRI harus diselamatkan dengan menghentikan Program MBG (Makan Bergizi Gratis, dan KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) yang telah nyata-nyata menjadi tempat perampokkan uang rakyat secara terang-terangan—-
—-NKRI tidak bisa diselamatkan dengan pernyataan-pernyataan kontra produktif, yang menyatakan demo mahasiswa dan masyarakat adalah antek-antek asing, makar dan teroris—-
—-NKRI harus diselamatkan dengan bahasa, komunikasi dan statemen negarawan yang memberikan kesejukan, kenyamanan dan perlindungan, tetapi bukan bahasa-komando atau bahasa militer. Penguasa jangan menjauhkan dan mengusir rakyat dengan bahasa berkultur militer—-
—NKRI harus diselamatkan dengan mendengarkan dan menerima suara rakyat dan mahasiswa Indonesia untuk perbaikan dan kemajuan NKRI—-
—-NKRI harus diselamatkan dengan melepaskan rakyat dan bangsa Papua Barat sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat pada 1 Desember 1961 sesuai dengan Mukadimah UUD 1945: “Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka penjajahan dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikeadilan dan kemanusiaan—
Terima kasih. Tuhan Yesus memberkati.
Ita Wakhu Purom, 19 Juni 2026
1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
2. Anggota: Dewan Gereja Papua (WPCC).
3. Anggota: Konferensi Gereja-Gereja⁰ Pasifik (PCC).
4. Anggota Baptist World Alliance (BWA).
***
Kontak: 08124888458
- Penulis: Admin Original Voice

Saat ini belum ada komentar