Allah Tidak Ciptakan Agama, Allah Ciptakan Manusia
- account_circle Admin Original Voice
- calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Allah Ciptakan Manusia. (net)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Saya setuju dengan orang mengatakan semua agama sama. Karena agama tidak memberikan jaminan kepastian pengharapan hidup kekal”.
Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, ….” (Kejadian 1:26).
Sabda ini jelas, Tuhan Allah tidak ciptakan agama. Karena itu, kita menghormati perbedaan keyakinan iman, dan pandangan ideologi. Kita bersahabat dalam kemanusiaan dan kesamaan derajat. Kita menghormati agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu, Atheis, dan Komunis.

Oleh. Gembala Dr. Ambirek/t G. Socratez Yoman
TUHAN Allah ciptakan manusia. TUHAN Allah tidak ciptakan agama. Karena itu, berhentilah berdebat tentang agama. Agama tidak menyelamatkan orang. Agama tidak membawa manusia dalam kehidupan kekal. Agama hanya sebagai media, alat, atau sarana untuk setiap orang menemukan kebenaran sejati dan keselamatan sejati melalui Kitab Suci.
Agama juga bukan sumber kebenaran. Artinya, semua agama, yaitu agama Kristen, Katolik, Islam, Hindu, Budha, Konghucu, Atheis, dan Komunis tidak memberikan jaminan keselamatan dan hidup kekal. Agama hanya berperan sebagai pagar atau rumah, supaya di dalam pagar atau rumah itu manusia-manusia yang beragama berkumpul dan berinteraksi secara teratur dengan sesama untuk mendengarkan pengajaran dan pendidikan dari kitab suci dalam proses pertumbuhan iman kepada Tuhan Allah untuk mencari keselamatan, kehidupan kekal dan hidup layak, berharga, dan bermartabat.
Pernyataan “iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan” berasal dari Alkitab, khususnya Roma 10:17, yang berbunyi: “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus”. Ini berarti iman bertumbuh dan diperkuat melalui aktivitas mendengar, mempelajari, dan merenungkan kebenaran firman Tuhan atau Kitab Suci secara konsisten dan terus menerus.
Contoh: Dalam agama Kristen tidak diajarkan bahwa agama Kristen memberikan jaminan keselamatan hidup kekal, tetapi agama Kristen melalui Kitab Suci mengajarkan bahwa keselamatan dan hidup kekal ada di dalam Tuhan Yesus Kristus.
Keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus adalah doktrin sentral Kristen berdasarkan Alkitab, yang menegaskan bahwa Yesus adalah satu-satunya: “jalan, kebenaran, dan hidup dan tidak ada seorangpun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku (Yohanes 14:6).
Dokter Lukas meyakinkan kita tentang iman Rasul Petrus dan Yohanes:
“Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” ((Kisah Para Rasul 4:12).
Sangat berdosa secara iman dan sangat salah secara moral dan etika bahwa manusia bermusuhan bahkan membunuh manusia atas nama agama dan atas nama keamanan dan kepentingan nasional. Ini sikap dan perilaku yang jelas dan terang-terangan bermusuhan dengan Allah sebagai pencipta dan pemilik umat Manusia. Orang-orang sedang membunuh manusia ini sebenarnya mereka sedang berperang berhadapan langsung dengan TUHAN Allah.
Agama itu hanya media atau jembatan untuk menemukan kebenaran melalui kitab suci masing-masing, dan melalui Kitab Suci itulah manusia-manusia menemukan TUHAN dan di dalam-Nya ada nilai kebenaran, kasih, kejujuran, keadilan, kerendahan hati, pengampunan, kedamaian dan hidup kekal.
Orang beragama ialah mereka yang benar-benar menghargai martabat kemanusiaan dan kesamaan derajat. Dan orang-orang yang bertumbuh dan berakar dalam imannya kepada Tuhan dan melaksanakan perintah-perintah Tuhan sesuai ajaran Kitab Suci masing-masing.
Keyakinan iman dan pandangan hidup saya ialah Tuhan Allah memberkati dan memelihara bagi mereka yang sungguh-sungguh menghargai dan menghormati sesamanya dan mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati.
“Kasihilah Tuhan, Allahmu dengan segenap hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. (Matius 22:37-40).
Allah menciptakan manusia. Allah memberkati manusia. Allah menyelamatkan manusia. Allah mengasihi manusia. Allah memberikan jaminan kepastian pengharapan hidup kekal kepada manusia. Allah bertanggungjawab atas hidup manusia. Allah memelihara manusia. Allah adalah Gembala, Tuhan dan Guru sejati atas umat manusia.
Kita harus sepakat bahwa kita tolak negara yang dibuat atas dasar agama, karena negara yang dibangun atas dasar agama itu tidak pernah alpa dari konflik yang berkepanjangan karena tidak ada ideologi dan pedoman yang bisa dipegang bersama. Konflik karena agama mempunyai multi tafsir yang menimbulkan perbebatan tajam dan sengit tidak bisa didamaikan.
Saya setuju dengan orang mengatakan semua agama sama. Karena agama tidak memberikan jaminan kepastian pengharapan hidup kekal. Karena keselamatan kekal diperoleh melalui iman dan percaya kepada Tuhan Allah, bukan karena memeluk agama. Kita berjumpa dengan sesama kita bukan karena agama tetapi karena kemanusiaan. Karena Allah menciptakan manusia bukan agama.
Terima kasih. Selamat membaca. Tuhan Yesus memberkati.
Ita Wakhu Purom, 10 Mei 2026
Kontak: 08124888448
- Penulis: Admin Original Voice

Saat ini belum ada komentar