Emas Memang Sejak Dulu ada Berlimpah-limpah di Tanah Papua Barat Bukan Ditemukan BRIN dan TNI
- account_circle Admin Original Voice
- calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
” Itu mungkin juga bagian dari hasil temuan tahun 1936 dari geolog Belanda Jean Jacques Dozy dengan dua temannya Anton Hendrikus Colijn, Fritz Julius Wissel dan itu dirahasiakan bertahun-bertahun bukan temuan BRIN dan TNI”.
Oleh Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya temuan cadangan emas dan mineral raksasa di wilayah pegunungan Papua, hasil dari ekspedisi ilmiah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama sejumlah universitas dan TNI.
Disampaikan oleh Presiden Prabowo pada Kamis, 9 Juli 2026, saat peluncuran mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat. Tim riset ilmiah bekerja selama kurang lebih dua hingga tiga minggu sebelum melaporkan temuan tersebut. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), beberapa perguruan tinggi, serta dukungan pengamanan dari TNI.
Disebutkan memiliki volume cadangan emas dan berbagai mineral penting lain dalam kategori sangat besar. Menjadi salah satu sumber optimisme tinggi bagi masa depan perekonomian serta ketahanan sumber daya
*
Saya mengajak para pembaca membaca buku: Kutukan Emas Papua (2025) karya Dr. Greg Poulgrain pada Bab 1: Dozy dan Rahasia Kadar Emas.
Fakta sejarah yang sebenarnya yang menemukan tambang di Tanah Papua Barat adalah geolog Belanda Jean Jacques Dozy dengan dua temannya Anton Hendrikus Colijn, Fritz Julius Wissel dan itu dirahasiakan bertahun-bertahun bukan temuan BRIN dan TNI.
Pada 1936 dilakukan sebuah ekspedisi beranggotakan tiga orang yang berujung pada penemuan endapan emas terbesar di dunia. Dozy dikenal sebagai orang yang menemukan dan memberi nama endapan emas-tembaga Ertsberg dan Grasberg (gunung Namangkawi-Ndugu-Ndugu). Penemuannya yang persis di bawah garis salju Nugini ini belum pernah ada sebelumnya dalam hal kuantitas dan kualitas.
Colijn, Dozy dan Wissel menggunakan pengintaian udara untuk mengumpulkan informasi geologi dan memaksimalkan sains demi rencana ekspedisi Carstensz. Trio ini unggul karena sudah ada di Nugini Belanda (Papua Barat) sedangkan orang-orang lain yang menguncar Puncak Carstensz ada di Eropa, Amerika Serikat atau Jepang (hal. 31).
Trio Belanda meneliti lokasi-lokasi yang prospektif secara geologis sepanjang perjalanan. Wissel sebagai pilot yang menggunakan pengintaian dan perencanaan rute ekspedisi. Pesawat terbang dipiloti Wissel digunakan untuk menjatuhkan perbekalan di depan rute untuk ekspedisi. Tujuannya para pendaki tidak membawa beban waktu ke puncak Namangkawi.
Dozy menjelaskan, “Suatu hari kami dapat pesawat amfibi Sikorsky lama. Segera terbangkan untuk mengintai pegunungan. Setelah itu, perlahan-lahan, satu demi satu rencana pun di susun”.(hal.33).
“Wissel menjatuhkan dua puluh paket kecil berisi pembekalan dengan parasut.Hampir semua paket ini berhasil ditemukan kecuali dua buah yang terlewat”. (34).
Dozy menemukan singkatan pegunungan yang dia beri nama Ertsberg (gunung bijih). “Di mana-mana hanya tampak bijih, tidak ada batu lain…bahwa dalam kondisi lembap dan dingin di letinggian itu bau bijih menyebar ke segala arah. Bau itu bisa terdeksi jauh sebelum dia sampai ke gunung. Di sanalah bersemayam endapan tembaga yang kaya dengan emas halus diseluruh bagiannya…”(hal. 35).
Dozy menyembunyikan kapsul waktu dengan tumpukan batu di tepi garis salju pada 1936. Setelah 26 tahun, Heinrich Harrer mengambil kembali kapsul waktu yang ditinggalkan oleh ekspedisi Jacques Dozy dengan dua temannya Anton Hendrikus Colijn, Fritz Julius Wissel tahun 1936 pada tahun 1962 saat ia memimpin ekspedisi pendakian ke Puncak Jaya (Carstensz Pyramid) di Papua.
“Dozy memberi Harrer kesempatan untuk menjadi orang pertama yang mencapai puncak Carstensz dengan syarat mengambil kapsul waktu miliknya. Dalam buku yang diterbitkan Harrer tentang ekspedisi tahun 1962, dia menceritakan drama pencarian di sisi gunung untuk mengambil buku catatan Dozy. Dia berkomentar penuh teka-teki bahwa “halaman-halamannya basah dan saling menempel”. Namun bisa berjumpa dengan emas tidak mungkin lebih mengasyikkan”. (hal. 45).
Apa artinya Kapsul waktu? Kapsul waktu adalah wadah khusus yang sengaja diisi dengan benda-benda atau catatan untuk dikirimkan dan dibuka pada masa depan. Barang-barang ini menjadi alat komunikasi agar orang di masa depan tahu kehidupan atau budaya masa lalu.
Siapa Heinrich Harrer yang dipercayakan Dozy untuk mengambil dokumen sangat berharga mahal itu?
Heinrich Harrer adalah seorang pendaki gunung, penjelajah, dan penulis asal Austria. Ia terkenal berkat buku memoarnya berjudul [Seven Years in Tibet] serta hubungannya dengan Dalai Lama. Dia menjadi orang pertama yang mendaki sisi utara Gunung Eiger (Eiger North Face) di Swiss pada tahun 1938.
Jean Jacques Dozy adalah seorang ahli geologi asal Belanda yang terkenal karena penemuan Ertsberg (Gunung Bijih) di Papua pada 1936. Penemuan ini menjadi cikal bakal dari kawasan tambang raksasa Grasberg.Hendrikus Colijn adalah seorang prajurit, pebisnis, dan politikus Belanda yang sukses. Frits Julius Wissel adalah pilot Angkatan Laut Kerajaan Belanda yang pada tahun 1936 menemukan kelompok danau di Nugini Belanda (kini Papua) dari kokpitnya yang kemudian diberi nama menurut dirinya: Danau Wissel (kini Danau Paniai).
Tidak ada istilahtambang emas hasil penemuan BRIN dan TNI, karena Tanah Papua Barat memang rumahnya emas dan sudah ditemukan pada tahun 1936 dari geolog Belanda Jean Jacques Dozy dengan dua temannya Anton Hendrikus Colijn, Fritz Julius Wissel dan itu dirahasiakan bertahun- bertahun.
Akhirnya, saya merekomendasikan membaca buku Kutukan Emas Papua karya Greg Paulgrain. Semua rahasia dan kejahatan Indonesia, Amerika, Jepang, Belanda, Allan Dulles, Henry Alfred Kissinger, Nelson Aldrich Rockefeller ada dalam buku ini.
Selamat membaca. Tuhan memberkati.
Ita Wakhu Purom, 26 Juli 2026
Penulis:
1. Presiden Persekutuan Gereja-gereja Baptis West Papua.
2. Pendiri, Pengurus dan Anggota Dewan Gereja Papua (WPCC).
3. Anggota Konferensi Gereja-gereja Pasifik (PCC).
4. Anggota Baptist World Alliance (BWA).
Kontak: 08124888458
- Penulis: Admin Original Voice

Saat ini belum ada komentar