Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Bertemanlah Dengan Orang-Orang Komunis dan Anda Akan Belajar Dan Tahu Arti Kemanusiaan Yang Utuh Dan Kesetaraan Sejati

Bertemanlah Dengan Orang-Orang Komunis dan Anda Akan Belajar Dan Tahu Arti Kemanusiaan Yang Utuh Dan Kesetaraan Sejati

  • account_circle Lili Cheng
  • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
  • visibility 404
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

“Siapa yang memposisikan Komunis sebagai bangsa jahat? Komunis itu ideologi politik dan ekonomi, bukan agama”.

 

Oleh. Gembala Dr. A.G. Socratez Yoman

Mari, Anda Kristen atau Muslim, Hindu atau Budha, Konghucu atau Atheis, Komunis atau Kafir, rambut keriting atau rambut lurus, kulit hitam atau putih, kulit kuning atau sawo matang, Anda Penduduk Asli Papua atau Pendatang, kita bersama-sama adalah MANUSIA.

Dalam buku saya berjudul: KUASA KATA-KATA”  (Yoman, 2022:115), saya abadikan keyakinan dan ideologi saya:  JANGAN SIBUK MENGURUS KEYAKINAN IMAN ORANG LAIN”, seperti saya kutip di bawah ini.

“Kita jangan sibuk mengurus atau menggangu agama, keyakinan dan pandangan ideologi orang lain. Itu sama saja kita menjadi bagian dari orang-orang yang ikut terlibat menciptakan kegaduhan dan kekacauan dunia. Sebaliknya, kita harus sibuk merawat dan membangun iman kita masing-masing, supaya kita menjadi seperti lilin yang bercahaya untuk kedamaian dunia.” ….kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia” (Filipi 2:15c).”

“Praktek dalam memelihara dan merawat serta menumbuhkan iman, orang Kristen berkewajiban menjadi penjaga dan pelindung saudara-saudara Muslim, Hindu, Budha, Koghuchu, Komunis, Atheis. Sebaliknya, saudara-saudara Muslim, Hindu, Budha, Koghuchu, Komunis, Atheis menjadi penjaga dan pelindung saudara-saudara beragama Kristen Protestan dan Katolik.”

“Kita boleh berbeda dalam agama, keyakinan iman, dan pandangan ideologi serta asal sukudan etnis, tapi kita tetap bersaudara atau bersahabat dalam spirit KEMANUSIAAN DAN KESETARAAN. Persaudaraan dan persahabatan antar sesama manusia tidak dapat diperoleh dengan harga murahan dan dengan cara membeli dengan sejumlah besar uang. Nilai-nilai persaudaraan dan persahabatan yang sejati dibangun dengan saling percaya, saling menerima, saling menghormati dan menghargai dalam berbagai perbedaan.”

“Persaudaraan, persahabatan dan pertemanan dengan saling percaya itu kunci dalam kehidupan realitas di planet atau di bumi ini, karena kami tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan dan pertolongan orang lain.”

“Saya mau memberikan satu contoh atau gambaran sederhana. Pada saat satu orang beragama Kristen sedang ada di Pantai dan semua yang ada di Pantai itu adalah 100% orang-orang non Kristen. Pada saat itu, orang Kristen ini sedang mandi di pantai dan hampir tenggelam dan dia berteriak meminta tolong. Apakah orang-orang non Kristen itu harus pergi panggil orang Kristen untuk datang menolong untuk keselamatan nyawa orang Kristen yang berada dalam bahaya di laut ini? Saya yakin, orang-orang non Kristen yang berada di pantai itu bertindak menolong dan menyelamatkan orang Kristen yang hampir tenggelam mati dalam laut itu.”

“Hidup ini saling membutuhkan dan saling menolong, maka jangan sibuk dan mengganggu agama, keyakinan iman dan pandangan politik orang lain. Kita harus menghargai perbedaan. Alangkah indahnya kehidupan yang memelihara keharmonisan diantara seama manusia tanpa membeda-bedakan agama, keyakinan iman dan pandangan ideologi, status sosial, dan latar belakang pendidikan serta kehidupan ekonomi.”

Siapa yan mempososikan orang China itu sebagai bangsa komunis yang jahat?

Dunia Barat dengan hegemoni dan kapitalisme yang berwatak perampok mendiskreditkan China komunis jahat dan tidak mengenal Tuhan. Kita semua terjebak dan masuk dalam jerat ideologi kaum kapitalis Barat yang jahat yang berlindung dibalik ayat-ayat Firman Tuhan, hak asasi manusia dan demokrasi. Kita semua tertipu dari dunia Barat yang berkarakter pura-pura.

KOMUNIS adalah ideologi politik, ekonomi, dan sosial yang bertujuan menciptakan masyarakat tanpa kelas dan tanpa negara, di mana alat produksi dimiliki secara komunal (bersama) dan tidak ada kepemilikan pribadi. Dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sistem ini menekankan distribusi kekayaan secara merata sesuai kebutuhan.

Berikut adalah poin-poin penting mengenai komunisme:

* Tujuan Utama: Menghapus hak milik pribadi dan sistem kelas sosial, menggantinya dengan kepemilikan kolektif atas pabrik, tanah, dan alat produksi.

* Dasar Pemikiran: Berakar dari teori Marxisme yang melihat kapitalisme sebagai penyebab ketidakadilan sosial, di mana kaum buruh (proletar) dieksploitasi oleh pemilik modal (borjuis).

* Implementasi: Dalam praktiknya, negara komunis sering kali berbentuk otoriter dengan kontrol pemerintah yang sangat ketat terhadap ekonomi dan kehidupan sosial.

* Sejarah & Tokoh: Tokoh utamanya adalah Karl Marx dan Friedrich Engels (penulis Manifesto Komunis), yang kemudian dikembangkan oleh Vladimir Lenin.

* Komunisme di Indonesia: Paham komunisme dilarang secara hukum (Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1966) karena dianggap bertentangan dengan Pancasila dan sejarah kudeta, terutama pasca peristiwa G30S/PKI.

Secara ringkas, komunisme berupaya mencapai kesetaraan mutlak melalui penghapusan kelas sosial dan hak milik pribadi, namun dalam sejarah penerapannya sering kali berujung pada otoritarianisme.

Kebenaran sejarah yang ditulis dengan darah dan air mata serta penderitaan rakyat kecil tidak akan dihapus atau ditutupi dengan kebohongan yang ditulis dengan tinta.

Semoga ada pencerahan.

Ita Wakhu Purom, 26 Maret 2026

08124888458

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Leave a Reply

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less